2010/03/23

Baik atau Burukkah, Kebiasaan Minum Teh

Sama halnya dengan kopi, kebiasaan minum teh sudah banyak dilakukan sejak dulu tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri baik untuk pergaulan atau gaya hidup bahkan menjadi bagian yang menyatu dengan tradisi. Pada umumnya minuman ini disuguhkan pada saat tradisi kunjungan tamu, pertemuan, bagian dari sarapan pagi dan minuman disaat bersantai sore hari. Di derah Jawa Barat minuman teh terkadang dijadikan pengganti air putih yang dikonsumsi sehari-hari.

Konon sejak 5000 tahun yang lalu, kaisar Shen Nung dari negeri Cina telah memperkenalkan teh sebagai minuman yang berkhasiat untuk kesehatan karena dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tanaman teh merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan kini telah ditanam di lebih dari 30 negara. Hingga saat ini dikoleksi 3.000 jenis tanaman, namun secara botani tanaman teh berasal dari satu jenis tanaman dengan hasil perkawinan silangnya. Bagian tanaman teh yang dapat dimanfaatkan untuk minuman adalah daunnya.

Aroma dan rasanya yang khas, menjadikan minuman teh yang merupakan hasil ekstrak daun dari tanaman teh ini sangat digemari baik oleh kalangan dewasa maupun anak-anak. Selain sebagai minuman biasa, sesungguhnya teh memiliki khasiat herbal untuk pengobatan dan kesehatan. Berdasarkan fakta dari berbagai studi yang telah dilakukan, Dewan Teh Amerika Serikat (Tea Council of the U.S.A) telah merekomendasikan minum teh sebagai aktivitas yang perlu digalakkan mengingat manfaatnya dalam memelihara kesehatan tubuh manusia.

Mengapa teh bermanfaat bagi kesehatan? Ternyata terdapat beberapa kandungan aktif dalam teh seperti: polyphenols (10-25%), dan komponen organik lainnya seperti vitamin C (150-250 mg%), vitamin E (25-70 mg%) , ß-carotene (13-20%), caffein (45-50 mg%), dan fluor (0,1-4,2 mg/L) . Sedangkan aroma dan cita rasa yang khas pada teh dikarenakan adanya komponen kandungan volatile. Kandungan polyphenols pada minuman teh berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh selain juga terbukti memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan beberapa bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. Manfaat lain dari polyphenols adalah untuk mengurangi penimbunan kolesterol dalam darah dan mempercepat pembuangan kolesterol melalui feces.Beberapa vitamin seperti vitamin C dan E dapat membantu untuk memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan jantung, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin A dalam bentuk kandungan betakaroten. Kandungan unsur Fluor yang cukup tinggi dalam teh, selain dapat membantu dalam mencegah tumbuhnya karies pada gigi serta memperkuat gigi, juga untuk mencegah Osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kandungan caffein pada teh untuk pemakaian yang wajar dapat membantu menyegarkan tubuh melalui pengaruhnya terhadap sistem syaraf tubuh untuk merangsang pengambilan oksigen.

Namun dibalik itu semua ternyata pada kebiasaan minum teh yang tidak sewajarnya memiliki pengaruh yang buruk juga bagi kesehatan. Adanya kandungan caffein pada teh dapat menyebabkan proses penyerapan makanan menjadi terhambat, selain itu caffein mempunyai efek ketergantungan dan hal ini berakibat tubuh menjadi tidak fit bila tidak mengkonsumsinya. Pada ibu menyusui, caffein berpengaruh terhadap kelenjar ASI sehingga menghambat kelancaran dan ketersediaan ASI, sedangkan pada bayi zat ini dapat mengakibatkan usus bayi menjadi kejang. Kandungan mineral dalam teh memiliki kecenderungan membantu terbentuknya batu ginjal, hal ini perlu diperhatikan terutama pada penderita ginjal.

Bagaimanakah sebaiknya kita mengkonsumsi teh yang sehat? Disarankan untuk mengkonsumsi minuman teh sebanyak 5 cangkir ukuran 200 ml setiap hari. Jumlah tersebut memiliki batas normal kadar kafein yang dapat dikonsumsi yaitu setara 750 mg/hari. Usahakan menyeduh teh dengan air yang tidak terlalu panas dan sebaiknya jangan ditambahkan gula untuk mencegah rusaknya zat-zat yang dikandung dan hilangnya manfaat teh. Dalam kebiasaan sehari-hari, hindari minum teh saat perut kosong sebab dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga berpengaruh pada percernaan.

Demikian saran untuk tetap dapat melakukan kebiasaan minum teh secara teratur dan aman agar memperoleh manfaat dari senyawa yang terkandung dalam teh.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar