2010/04/04

PANGAN DAN GIZI

ASAM FOLAT DAPAT MERUBAH
GEN MANUSIA ?
Bagaimana Dengan Fortifikasi Terigu ?
Peneliti dari Australia dan Inggris telah memberitakan
hasil penelitiannya bahwa fortifikasi makanan
dengan asam folat yang sudah dilakukan secara
meluas di dunia secara perlahan-lahan dapat merubah
genetik manusia, dan mungkin akan
menghasilkan generasi akan datang yang rawan
terhadap penyakit yang membahayakan.
Berita ini ditulis bulan Maret 2005 dalam rubrik opini
dimana menurut mereka bayi dari wanita yang
dietnya mengandung banyak asam folat cenderung
akan membawa bentuk tertentu dari gen yang
berfungsi dalam metabolisme vitamin. Gen ini
disebut 677T MTHFR. Proses ini
berlainan hasilnya pada anakanak
dari wanita yang kurang
mengkonsumsi asam folat dalam
jumlah cukup.
Penelitian mereka sejak tahun
2000 menunjukkan bahwa bayi
empat kali lebih memungkinkan membawa gen ini.
Janin yang membawa varian gen ini akan lebih
survive untuk lahir jika ibunya mengkonsumsi asam
folat dalam jumlah cukup atau lebih. Karena fortifikasi
asam folat dan suplemen vitamin sudah meluas
di dunia, maka berarti akan lebih banyak lagi
ibu-ibu yang mengkonsumsi nutrient ini dalam
jumlah lebih banyak, sehingga anak-anak yang
membawa varian gen ini akan bertambah pula.
Perubahan genetik ini dapat menyebabkan pengaruh
negatip terhadap kesehatan dengan berjalannya
waktu. Gen 677T MTHFR nantinya dapat
meningkatkan risiko pada orang dewasa, termasuk
timbulnya penyakit jantung, kanker dan komplikasi
pada waktu kehamilan.
Asam folat diketahui selain dapat mencegah kerusakan
otak (spinal-cord defects) pada bayi, juga
dapat mencegah penyakit jantung dan stroke.
Akan tetapi implikasi jangka panjang penambahan
konsumsi asam folat belum diketahui. Oleh karena
itu ada ketakutan bahwa dosis tinggi asam folat
dapat mempercepat berkembangnya penyakit.
Peneliti asam folat lainnya mengatakan bahwa
belum cukup bukti untuk mengatakan ya atau tidak
mengenai seleksi genetik ini. Tetapi ini merupakan
hipotesa yang menarik dan perlu dikaji lebih lanjut.
Menurut pendapatnya proses perubahan gen ini
pada populasi sangat lambat dan pengaruhnya
tidak dapat terlihat dan mungkin memerlukan waktu
ribuan tahun.
Negara-negara tertentu seperti Inggris saat ini tidak
mewajibkan asam folat ditambahkan dalam tepung
terigu. Oleh karena itu menurut peneliti asam folat
dari University of Florida Amerika Serikat, dunia
sekarang tinggal menunggu hasil penelitian dari
Amerika Serikat yang merupakan salah satu negara
yang menerapkan fortifikasi asam folat.
Jadi tunggu sajalah pembuktian kebenaran penelitian
tersebut lebih lanjut.

SENYAWA DALAM MINUMAN ANGGUR
DAPAT MENGHAMBAT PENYAKIT
ALZHEIMER ?
Hasil penelitian Dr. Michikatsu Sato dari Jepang
yang disajikan dalam Journal Bioscience, Biotechnology
and Biochemistry (Vo. 67, pp. 380-382,
2004) melaporkan bahwa pada minuman anggur
terdapat senyawa yang dapat menghambat enzim
penyebab penyakit Alzheimer.
Dr Sato telah menemukan peptida-peptida kecil
dalam minuman anggur merah dan anggur putih
yang dapat menghambat enzim PEP yang mempunyai
pengaruh dalam patologi penyakit Alzheimer.
Penemuan ini memberikan harapan bagi lansia
yang kehilangan daya ingat
dan penderita-penderita
Alzhimer. Sekarang ini
hampir 18 juta orang di
dunia mengalami penyakit
ketuaan, terutama penyakit
Alzheimer. Tahun 2025
diperkirakan jumlah penderita
Alzheimer akan meningkat
menjadi 34 juta, dimana
71% penderita ada di negara-
negara sedang berkembang.
Penyebab timbulnya penyakit ini ialah adanya
enzim Prolyl Endo peptidase (PEP). PEP adalah
enzim yang secara selektip akan memotongmotong
peptida spesifik yang mengandung asam
amino prolin. PEP akan merusak hormon-hormon
dalam tubuh manusia yang berhubungan dengan
fikiran dan daya ingat, dan juga akan merangsang
protein amiloid yang banyak terakumulasi pada
pasien-pasien Alzheimer.
Minuman anggur diketahui mengandung asam
amino L-prolin dalam jumlah banyak. Inhibitor
(senyawa penghambat) enzim PEP yang terdapat
dalam tubuh manusia, terdapat pula dalam minuman
anggur ini.
Inhibitor enzim PEP dalam minuman anggur ialah
pentapeptida yang terdiri dari 5 asam amino. Senyawa pentapeptida ini terdapat dalam beberapa
macam minuman anggur, terutama dalam anggur
Merlot (California), Sauvignon Blanc (Bordeaux)
dan Pinot Noir.
Pentapeptida ini juga terdapat juga dalam buah
anggurnya sendiri (table grape), dalam jus anggur
dan dalam ampas sisa pengolahan.
(Food Navigator, 06/10/04).


KOPI DAPAT MENCEGAH PENYAKIT
LIVER
Minuman yang mengandung kafein menurut hasil
penelitian yang disajikan National Institute of Health
Amerika Serikat pada Digestive Disease Week di
New Orleans dapat mencegah kerusakan hati pada
orang-orang yang mempunyai risiko tinggi terhadap
penyakit hati.
Kelompok orang yang
berisiko tinggi tersebut
diberi minum lebih dari
dua cangkir kopi per hari
dan hasilnya menunjukkan
peningkatan perlindungan
terhadap kerusakan hati.
(AP Food Industry, 08/04).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar